Kamis, 30 Juni 2022

Asuhan kebidanan ( Askeb) pada ibu hamil dengan IUFD

 



Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil dengan IUFD

Mata kuliah : Kegawatdaruratan Neonatal 2

 

 

Disusun Oleh :

Kelas B 13.1

 

Nur Hidayah                 (18150102)

 

 

 

Universitas Respati Yogyakarta

Fakultas Ilmu Kesehatan

Program Studi D-III Kebidanan

Tahun 2018/2019


 

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL PATOLOGIS
Ny. “O” Usia 20 tahun G1P0A0Ah0 Usia Kehamilan 32 Minggu
DENGAN INTRA UTERI FETAL DEATH (IUFD)

DI BPM HIDA MEDIKA

 

No.Register                 : 09000217

Tanggal masuk/pukul : 27 September 2017 / 20.30 WIB

Dirawat di ruang         : Melati

I.            PENGKAJIAN DATA          Tanggal/Jam : 27-09-2017/20.30 WIB     oleh Bidan Hida

A.    Data Subyektif

1.      Identitas               Istri                                                                  Suami

Nama                    : Ny.Okta                                                        Bp. seno

Umur                    : 20 tahun                                                        23 tahun

Agama                  : Islam                                                             Islam

Pendidikan           : SMA                                                             SMA

Pekerjaan              : IRT                                                                Swasta

Suku/bangsa         : Jawa/Indonesia                                             Jawa/Indonesia

Alamat                 : Jl Dahlia No.23 Ceper

 Telp                     : -                                                                     -

 

2.      Anamnesa

a.       Alasan datang :

Ibu ingin memeriksakan kehamilannya.

b.      Keluhan Utama

Ibu mengeluh tidak merasakan gerakan janin sejak 7 hari yang lalu

Ibu mengeluh kepalanya pusing dan mengatakan cemas dengan keadaannya saat ini

 

3.      Riwayat perkawinan

a.       Status Perkawinan : sah

b.      Perkawinan ke satu (1)

c.       Lama perkawinan 1 tahun

d.      Menikah pertama kali saat usia 19 tahun.

4.      Riwayat Menstruasi

a.       Menarche         : 13 tahun

b.      Siklus               : 28 hari, teratur

c.       Lama               : 7 hari

d.      Konsistensi      : cair

e.       Warna              : merah (darah) segar

f.       Keluhan           : tidak ada

g.      Teratur             : teratur

5.      Riwayat Obsetrik (kehamilan, persalinan, nifas)

G1P0A0Ah0

Ibu mengatakan ini merupakan kehamilannya yang pertama dan tidak pernah keguguran

NO

Hamil ke

Umur kehamilan

Persalinan

BBL

Nifas

tahun

penolong

Tempat

komplikasi

BB

JK

H/M

1

Hamil ini

-

-

-

-

-

-

-

-

-

 

6.      Riwayat KB

No

Cara /

Alkon

Jenis

Alkon

Mulai pakai

Keluhan

Berhenti / Lepas

Keluhan

Tahun

Petugas

Tempat

Tahun

Petugas

Tempat

1

Ibu mengatakan belum pernah menggunakan KB

 

7.      Riwayat Kehamilan sekarang

HPHT                    : tanggal 18-02-2017

HPL                      : tanggal 25-12-2017

UK                        : 27  minggu

a.       Kunjungan ANC

1)      Trimester I

Frekuensi    : -

Tempat        : -

Keluhan      : -

Terapi          : -

2)      Trimester II

Frekuensi    : 1 kali

Tempat        : BPS , Oleh Bidan

Keluhan      : tidak ada

Terapi          : Fe, Vit B6, B12, Vit C, Asam folat

3)      Trimester III

Frekuensi    : 1 kali

Tempat        : BPS , Oleh Bidan

Keluhan      : Cepat lelah

Terapi          : banyak istirahat, tablet Fe, Vit B6, B12, Vit C, Asam folat

b.      Imunisasi TT

TT1       : Bayi

TT2         : SD

TT3       : Caten

c.       Kesejahteraan Janin

Ibu mengatakan mulai tidak merasakan gerakan janin sejak 7 hari yang lalu

 

8.      Riwayat Kesehatan

a.       Riwayat kesehatan yang lalu (menular, menurun dan menahun)

Ibu mengatakan tidak pernah/sedang menderita penyakit menular (hepatitis, HIV/AIDS, PMS), penyakit menurun (DM, hipertensi, asma), penyakit menahun (jantung, ginjal)

b.      Penyakit yang pernah/sedang diderita keluarga  (menular, menurun dan menahun)

Ibu mengatakan baik dari keluarga ibu maupun keluarga suaminya tidak pernah/sedang menderita penyakit menular (hepatitis, HIV/AIDS, PMS), penyakit menurun (DM, hipertensi, asma), penyakit menahun (jantung, ginjal)

c.       Riwayat operasi

Ibu mengatakan tidak pernah melakukan operasi

d.      Riwayat alergi obat

Ibu mengatakan tidak ada alergi terhadap obat

 

9.      Pola Pemenuhan Kebutuhan Sehari-hari

a.       Nutrisi

Makan

Sebelum hamil

Sesudah Hamil

Frekuensi

3 kali sehari

2 kali sehari

Jenis

Nasi, sayur, ayam/daging

Nasi, sayur, ayam/daging, susu

Porsi

1 piring

1/2 piring

Pantangan

Tidak ada

Tidak ada

Keluhan

Tidak ada

Tidak nafsu makan

 

Minum

Sebelum hamil

Sesudah hamil

Frekuensi

5-6 kali sehari

5-6 kali sehari

Jenis

Air putih

Air putih

Porsi

1 gelas

1 gelas

Pantangan

Tidak ada

Tidak ada

Keluhan

Tidak ada

Tidak ada

 

b.      Eliminasi

BAB

Sebelum hamil

Sesudah hamil

Konsistesi

Lembek

Lembek

Bau

Khas feses

Khas feses

Warna

Kuning kecokelatan

Kuning kecokelatan

Keluhan

Tidak ada

Tidak ada

 

BAK

Sebelum hamil

Sesudah hamil

Konsistensi

Cair

Cair

Warna

Kuning jernih

Kuning jernih

Bau

Khas urine

Khas urine

Keluhan

Tidak ada

Tidak ada

 

c.       Istirahat

Tidur siang

Sebelum hamil

Sesudah hamil

Lama

1 jam/hari

1 jam/hari

Keluhan

Tidak ada

Tidak ada

 

Tidur malam

Sebelum hamil

Sesudah hamil

Lama

6-7 jam/hari

7-8 jam/hari

Keluhan

Tidak ada

Tidak ada

 

d.      Aktivitas                  

Sebelum hamil

Sesudah hamil

Di rumah

Pekerjaan rumah tangga

Pekerjaan rumah tangga

Keluhan

Tidak ada

Cepat lelah

Di luar rumah

Tidak ada

Tidak ada

Keluhan

Tidak ada

Tidak ada

 

e.       Personal Hygiene

sebelum hamil                                   sesudah hamil

Mandi           : 2 kali/hari                                          2 kali/hari

Gosok gigi    : 2 kali/hari                                          2 kali/hari

Keramas        : 3 kali/seminggu                                 3 kali/seminggu

Ganti pakaian           

          Dalam  : 2 kali/hari                                          2 kali/hari

          Luar     : 1 kali/hari                                          1 kali/hari

Keluhan        : Tidak ada                                          Tidak ada

f.       Seksualitas

Frekuensi      : 3 kali/minggu                                    1 kali/minggu

Keluhan        : Tidak ada                                          Tidak ada

 

10.  Riwayat kebiasaan yang merugikan

Ibu mengatakan tidak pernah minum jamu, merokok ataupun minuman beralkohol.

 

11.  Data Psikososial, Spiritual dan Ekonomi

a.       Respon ibu terhadap kehamilan yaitu ibu mengatakan sangat senang dengan kehamilannya

b.      Respon keluarga dan suami terhadap kehamilan ibu yaitu ibu mengatakan keluarga dan suami senang dengan kehamilannya

c.       Hubungan ibu dengan suami dan keluarga yaitu ibu mengatakan hubungannya dengan suami dan keluarga sangat baik

d.      Hubungan ibu dengan tetangga yaitu ibu mengatakan hubungannya dengan tetangga baik

e.       Ketaatan ibu beribadah yaitu ibu mengatakan taat beribadah, shalat 5 waktu

f.       Budaya yang berpengaruh terhadap kehamilan ibu yaitu ibu mengatakan tidak ada budaya yang berpengaruh terhadap kehamilannya

g.      Penopang perekonomian keluarga yaitu ibu mengatakan suami sebagai penopang perekonomian keluarga

12.  Data Pengetahuan Ibu

a.       Pengetahuan ibu tentang kehamilan yaitu ibu mengatakan mengetahui tentang kehamilannya tapi tidak mengerti tanda bahaya kehamilan

b.      Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif yaitu ibu mengatakan belum mengetahui tentang ASI eksklusif.

13.  Lingkungan yang berpengaruh (sekitar rumah dan hewan peliharaan)

Ibu mengatakan tidak memiliki hewan peliharaan disekitar rumah.

 

B.     DATA OBYEKTIF

1.      Pemeriksaan Umum

KU             : Sedang

Kesadaran  : Composmentis

Emosional   : Stabil

Vital Sign

TD : 150/90 mmH

Nadi : 82 x/menit

Pernapasan : 24 x/menit

Suhu : 36,8 0C

Tinggi badan : 156 cm

BB sebelum hamil : 50 kg

BB sesudah hamil : 56 kg

Pertambahan BB selama hamil : 6 kg

LILA                      :25 cm

 

 

2.      Pemeriksaan Fisik

Kepala   : Bulat, rambut hitam lurus, rambut bersih, kulit kepala bersih, tidak ada bekas

luka di kepala

Wajah    : bentuk muka oval, tidak ada oedema, warna kulit pucat, tidak ada cloasma gravidarum

Mata      : Mata bulat, simetris, tidak ada sekret, konjungtiva pucat, sklera mata putih, reflek pupil baik, pandangan jelas.

Telinga   : daun telinga simetris, tidak ada sekret

Hidung  : bentuk hidung mancung, tidak ada polip/pembengkakan

Mulut     : bibir tidak ada peradangan, bibir pucat, tidak kering,tidak ada karang gigi, tidak     ada perdarahan pada gusi, lidah bersih, tidak ada pembesaran pada tonsil

Leher     : tidak ada pembesaran pada kelenjar tiroid dan kelenjar limfe, tidak ada       pembesaran pada vena jugularis, tidak ada pembesaran pada kelenjar parotis

Dada      : tidak ada retraksi dinding dada, tidak terdengar wheezing

Payudara  : bentuk payudara simetris, puting susu menonjol, hiperpigmentasi pada areola,       belum keluar kolostrum

Abdomen : tidak ada striae gravidarum dan linea garvidarum, tidak ada spider nevi.

Palpasi abdomen

Leopod I              : TFU 3 jari di atas pusat, teraba bagian yang lunak , tidak melenting,

susah digerakkan (bokong) 

Leopold II            : Perut sebelah kanan teraba bagian yang keras dan memanjang, ada

tahanan seperti papan, berarti puka (punggung kanan), bagian kiri teraba bagian yang kecil-kecil tidak beraturan (ekstremitas)

Leopold III          : Bagian terendah janin teraba bulat, keras, mudah digoyangkan (kepala)

Leopold IV          : Konvergen, kepala belum masuk panggul

TFU          : menurut Mc. Donald 23 cm

TBJ           : (TFU-12) x 155 gram

: (23-12) x 155 gram
: 1705 gram

DJJ           :tidak ditemukan

Ekstremitas atas : simetris kanan dan kiri, normal, tidak ada oedem, jumlah jari lengkap

Ekstremitas bawah : Simetris kanan dan kiri, normal, tidak ada oedem, tidak ada varises,

reflex patella +/+, jumlah jari lengkap

Genetalia : tidak ada varises, tidak ada peradangan, tidak ada perdarahan

Pemeriksaan panggul luar :

Distansia Spinarum          : 24 cm

Distansia Cristarum          : 27 cm

Distansia Boudeloque      : 20 cm

Lingkar Panggul               : 95 cm

3.      Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan protein urine            : ( - )

Pemeriksaan Hb Sahli                  : 11,9 gr%

Golongan darah                           : B

USG                                             : janin tunggal, intra uteri, gerakan janin (-),

DJJ                                               : tidak di temukan (-)

Pemeriksaan reduksi urine           : ( - )

4.      Data penunjang

Tidak ada

 

II.            INTERPRETASI DATA

A.    Diagnosa Kebidanan

Seorang Ibu Ny O usia 20 tahun G1P0A0 hamil 32 minggu, janin tunggal, presentasi kepala, intra uterin dengan IUFD.
Dasar :

Data Subyektif :

a.      Ibu mengatakan usianya 19 tahun

b.      Ibu mengatakan ini merupakan kehamilannya yang pertama dan tidak pernah

abortus

c.      Ibu mengatakan HPHTnya tanggal 18 – 02 – 2012

d.      Ibu mengatakan tidak merasakan gerakan janin sejak 7 hari yang lalu.

Data Obyketif :

TD : 150/90 mmH

Nadi : 82 x/menit

Pernapasan : 24 x/menit

Suhu : 36,8 0C

Mata                     : konjungtiva pucat

Palpasi abdomen :

Leopold I             : bokong, TFU 23 cm
Leopold II            : Punggung kanan (puka)
Leopold III          : Kepala

Leopod IV           : kepala belum masuk panggul (konvergen)

DJJ           : tidak ditemukan

TBJ           : 1705 gram

B.     Masalah

1.      Ibu mengeluh pusing dan merasa cemas dengan keadaan bayinya dan dirinya

Data Dasar :

Subyektif :

Ibu mengatakan cemas dengan kehamilannya karena tidak merasakan gerakan janin sejak 7 hari yang lalu
Obyektif :

Tidak adanya gerakan janin dan DJJ (-)

2.      Hipertensi

Dasar :

Subjektif :

ibu merasa pusing

Objektif :

Pemeriksaan TD 150/90 mmHg

 

III.          IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL

Tidak ada

IV.          ANTISIPASI TINDAKAN SEGERA

A.   Mandiri

Pemenuhan kebutuhan cairan

B.   Kolaborasi

Kolaborasi dengan dokter kandungan mengenai keadaan janin

C.   Merujuk

Lakukan rujukan ke Rumh Sakit untuk penanganan Hipertensi dan IUFD.

 

V.            PERENCANAAN

1.      Jelaskan pada ibu tentang kondisinya saat ini

2.      Berikan dukungan psikologi pada ibu

3.      Berikan pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi pada ibu

4.      Jelaskan pada ibu bahwa janin harus segera dilahirkan dan pilihan untuk melahirkan janinnya

5.      Siapkan inform consent

6.      Lakukan rujuk untuk penatalaksanaan Hipertensi dan IUFD

 

VI.          PELAKSANAAN

1.      Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan

Menjelaskan kondisi ibu dan kondisi ibu dan kehamilannya yang mengalami IUFD ( Intrauteri Fetal Death)/ janin yang dikandungnya sudah meninggal.

2.      Memberikan dukungan psikologis pada ibu

Melibatkan anggota keluarga untuk memberikan dukungan kepada ibu pada suami atau orang terdekat ibu, supaya ibu bisa menerima keadaan anaknya.

3.      Memberikan Pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi

Menyarankan ibu untuk makan dan minum walaupun sedikit.

4.      Jelaskan pada ibu bahwa janin harus segera dilahirkan. Menjelaskan mengenai pilihan untuk mengeluarkan janin, yaitu dengan menunggu janin lahir sendiri, dengan kemungkinan akan menunggu dalam waktu lama dan tidak dapat ditentukan serta dapat menjadikan adanya risiko gangguan pada proses pembekuan darah atau pilihan kedua dengan dipacu (diinduksi) menggunakan obat.

5.      Menyiapkan  inform consent dilakukan persalinan induksi

6.      Melakukan rujukan untuk penanganan Hipertensi dan IUFD

 

VII.          EVALUASI

1.      Ibu mengerti tentang kondisi kehamilannya saat ini bahwa ibu mengalami kematian janin

2.      Telah diberikan dukungan psikologi pada ibu dari pihak keluarga juga dari bidan yang bertugas, dan ibu sudah lebih tenang

3.      Ibu sudah makan nasi 1 porsi dan minum teh manis 1gelas.

4.      Ibu sudah mengerti bahwa janin harus segera dilahirkan dan memilih melahirkan secara induksi

5.      Ibu dan keluarga sudah menerima dan menandatangani inform consent

6.      Telah dilakukan rujukan untuk penanganan Hipertensi dan IUFD

 

Kamis, 16 Juni 2022

Resusitasi Jantung Paru ( CPR )

 



KONSEP DASAR RESUSITASI

 

A.      Resusitasi Jantung Paru

Resusitasi jantung paru-paru atau CPR adalah tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti nafas karena sebab-sebab tertentu. Resusitasi adalah tindakan untuk menghidupkan kembali atau memulihkan kembali kesadaran seseorang yang tampaknya mati sebagai akibat berhentinya fungsi jantung dan paru, yang berorientasi pada otak.Perlu diperhatikan pada kasus korban pingsan karena kecelakaan, tidak boleh langsung dipindahkan, karena dikhawatirkan ada tulang yang patah. Biarkan ditempatnya sampai petugas medis datang. Berbeda dengan korban orang tenggelam dan serangan jantung yang harus segera dilakukan CPR.

CPR bertujuan untuk membuka kembali jalan nafas yang menyempit atau tertutup sama sekali. Pada keadaan normal, oksigen diperoleh dengan bernafas dan diedarkan dalam aliran darah ke seluruh tubuh. Bila proses pernafasan dan peredaran darah gagal, diperlukan tindakan resusitasi untuk memberikan oksigen ke tubuh.

Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) merupakan prosedur pertolongan darurat tentang henti jantung dan henti nafas serta bagaimana melakukan RJP yang Benar sampai korban sadarkan diri atau sampai ada bantuan datang. Pada dasarnya "Resusitasi Jantung Paru" atau sering disingkat dengan "RJP" terdiri dari dua elemen, yaitu; kompresi dada dan mulut ke mulut (mouth-to-mouth) nafas buatan. Sebelum menolong korban, hendaklah menilai keadaan lingkungan terlebih dahulu :

1.    Apakah korban dalam keadaan sadar ? 

2.    Apakah korban tampak mulai tidak sadar, tepuk atau goyangkan bahu korban dan bertanya dengan keras "apakah anda baik-baik saja" ? 

Apabila korban tidak merespon, mintalah bantuan untuk menghubungi rumah sakit terdekat, dan mulailah RJP. Tindakan resusitasi didasarkan pada 3 pemeriksaan yang disebut langkah-langkah CAB resusitasi, yaitu :

  1. Circulation (peredaran darah)
  2. Airway (saluran nafas)
  3. Breathing ( bernafas)

 

B.       Prinsip CAB

Untuk memudahkan dalam mengingat prosedur melakukan RJP dikenal dengan metode "CAB", yaitu:

1.                            Circulation (Sirkulasi Buatan) 

Nilai sirkulasi darah korban dengan menilai denyut nadi arteri besar ( arteri karotis). Apabila terdapat denyut nadi maka berikan pernafasan buatan sebanyak 2 kali, dan apabila tidak terdapat denyut nadi maka lakukan kompresi dada sebanyak 30 kali.

Posisi kompresi dada dimulai dari lokasi proc. Xyphoideus, dan tarik garis ke Cranial 2 jari di atas poc. Xyphoideus, dan lakukan kompresi pada tempat tersebut. Kemudian berikan 2 kali nafas buatan dan teruskan kompresi dada sebanyak 30 kali. 

Cek nadi dan nafas korban apabila :

·       Tidak ada nafas dan tidak ada nadi : teruskan RJP sampai bantuan datang. 

·       Terdapat nadi tetapi tidak ada nafas : mulai lakukan nafas buatan. 

·       Terdapat nadi dan nafas : korban membaik.

Kemungkinan Keberhasilan apabila terjadi keterlambatan :

·    1 menit : 98% dari 100% 

·   4 menit : 50% dari 100% 

·   10 menit : 1 dari 100%

Resusitasi dapat dihentikan bila :

·           Korban kembali sadar; dimana warna kulit berubah dari sianosis menjadi kemerahan, pupil akan mengecil, bila penyebab henti jantung adalah hipoksia maka jika berhasil maka denyut nadi spontan dapat di pulihkan. 

·           Korban dinyatakan mati; dimana bila setelah 30 menit tidak ada tanda aktivitas jantung atau tanda pernafasan spontan dan kedua pupil lebar tanpa reaksi terhadap cahaya (bila korban yang mengalami pendinginan maka resusitasi dilakukan sampai 1 jam). 

·           Apabila penolong lelah atau keselamatannya terancam.

 

2.  Airway (Jalan Nafas)

Posisikan korban dalam keadaan terlentang pada bidang yang datar dan keras (lantai), bila di atas kasur selipkan papan (tapi tidak efektif jadi lebih baik di letakkan di atas lantai). Periksa jalan nafas korban sebagai berikut :

·            Membuka mulut korban 

·            Masukkan 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah) 

·            Lihat apakah ada benda asing, darah (bersihkan jika ada)

Pada korban tidak sadar, tonus otot menghilang, sehingga lidah akan menyumbat laring. Lidah dan epiglotis penyebab utama tersumbatnya jalan nafas pada pasien tidak sadar. Lidah yang jatuh kebelakang (drop), menutupi jalan nafas.

·            Letakkan tangan penolong di atas kening korban dan tangan yang lain di dagu korban, tengadahkan dengan cara dongkrakkan kepala korban ke atas tekhnik ini disebut dengan "Head tilt-chin lift". 

·            Jika kita mencurigai adanya patah atau fraktur tulang leher/servikal, maka kita memakai cara "Jaw Trust" yaitu dengan cara penolong berada diatas kepala penderita dan mengangkat mandibula ke arah depan untuk menjaga servikal tetap pada posisi netral selama resusitasi. 

Chin Lift

·            Dilakukan dengan maksud mengangkat otot pangkal lidah ke depan

·            Caranya : gunakan jari tengah dan telunjuk untuk memegang tulang dagu pasien kemudian angkat.

Head Tilt

·            Dlilakukan bila jalan nafas tertutup oleh lidah pasien, Ingat! Tidak boleh dilakukan pada pasien dugaan fraktur servikal.

·            Caranya : letakkan satu telapak tangan di dahi pasien dan tekan ke bawah sehingga kepala menjadi tengadah dan penyangga leher tegang dan lidahpun terangkat ke depan.

·            Gambar tangan kanan melakukan  Chin lift ( dagu diangkat). dan tangan kiri melakukan head tilt. Pangkal lidah tidak lagi menutupi jalan nafas.

·  Jaw thrust

·  Caranya : dorong sudut rahang kiri dan kanan ke arah depan sehingga barisan gigi bawah berada di depan barisan gigi atas

3.  Breathing (Pernafasan)

Untuk melakukan pernafasan pada korban harus memperhatikan tiga  cara:

a.         Look : lihat gerakan dada mengembang atau tidak. 

b.         Listen : dengarkan suara nafas korban pada mulut/hidung ada atau tidak. 

c.         Feel : rasakan hembusan nafas korban pada mulut/hidung ada atau tidak. Jika tidak ada maka dapat kita lakukan nafas buatan mulut ke mulut atau mulut ke sungkup sebanyak 2 kali.







 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

Rabu, 15 Juni 2022

KESEHATAN IBU HAMIL

 

KESEHATAN IBU HAMIL

PERSIAPAN CALON IBU


Merencanakan Kehamilan

Bagi pasangan suami istri yang merencanakan kehamilan, mereka perlu mempertimbangkan beberapa hal secara matang, antara lain :

  •  Kualitas hubungan suami-istri

 Kestabilan dan keharmonisan rumah tangga perlu di pertimbangkan karena akan sangat       berpengaruh terhadap kesiapan mereka untuk menyambut kehadiran buah hati.

  • Faktor Usia

   Risiko terjadinya sindrom down ( keterbelakangan mental) pada anak akan lebih besar pada ibu hamil     yang berusia cukup lanjut.

  • Kesiapan mental, khususnya untuk merawat dan mengasuh anak
  • Status finansial

    Penghasilan yang stabil sangat diperlukan karena persiapan untuk menyambut kehadiran buah hati        juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sejak hamil, seorang ibu perlu biaya untuk setidaknya          membeli pakaian-pakaian hamil dan biaya untuk memeriksakan kehamilan. Juga proses persalinan         dan perawatan anak.

  •  Kesehatan fisik

    Kondisi kesehatan suami dan istri sejak empat bulan pertama sebelum terjadinya kehamilan berperan     penting dalam menentukan kesehatan si calon anak.

  • Perubahan gaya hidup

    Gaya hidup seorang perempuan akan mengalami perubahan secara drastis ketika hamil, ia mungkin         juga mengalami mual-mual dan rasa lelah yang cukup berat.

 


Pemeriksaan Ante Natal

Pemeriksaan rutin, meliputi :

  • Berat badan
  • Tekanan darah
  • Kadar hemoglobin
  • Kadar gula darah puasa
  • Tes urin untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi
  • Kadar kolesterol darah
  • Skrining TORCH (Toksoplasma, rubella/campak jerman, sitomegalovirus, dan herpes simpleks)
h            




Pemeriksaan penunjang :

1.       USG (ULTRASONOGRAFI)

Beberapa manfaat dari pemeriksaan ultrasonografi pada kehamilan yaitu :

-          Menentukan usia janin ( fetus) terutama jika hari pertama menstruasi terakhir tidak di ketahui

-          Menentukan penyebab dari perdarahan atau spotting ( perdarahan bercak)yang terjadi di awal kehamilan

-          Mengevaluasi kondisi janin, terutama jika pembesaran uterus ( Rahim) tidak sesuai dengan usia kehamilan.

-          Mendeteksi kelainan atau cacat pada janin

-          Mengetahui kehamilan ganda atau gamelli

-          Menilai letak janin, apakah normal, letak lintang atau sungsang

-          Mendeteksi jenis kelamin janin




2.       Amniosentesis

Merupakan pemeriksaan diagnosis prenatal yang cukup penting. Pada pemeriksaan ini, cairan amnion diambil melalui jarum khusus dan di periksa sel-sel nya untuk mendeteksi ada tidaknya kelainan genetic, infeksi dan maturitas janin.

Amniosentesis sebaiknya dilakukan pada kehamilan sekitar 16 minggu atau sesudahnya, untuk mengurangi resiko terjadinya abortus. Biasanya pemeriksaan ini di anjurkan untuk ibu hamil yang berusia 35 Tahun keatas, pernah melahirkan anak dengan kelainan kromosom, atau memiliki kelainan atau resiko kelainan genetik yang diturunkan.

 

 

Kesehatan

Modul Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir

  Modul Asuhan kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir