Rabu, 09 Agustus 2023

Satuan Acara Penyuluhan Tanda bahaya kehamilan




SAP

(SATUAN ACARA PENYULUHAN)

TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN

 

Pokok Bahasan         : Tanda Bahaya Pada Kehamilan

Sub Pokok Bahasan  : Pengertian tanda bahaya kehamilan dan macam-macam tanda bahaya

  kehamilan

Hari/Tanggal             : Selasa, 13 Novembar 2018

Waktu                        : 15 menit

Tempat                       : Puskesmas Piyungan Bantul

Sasaran                      : Ibu-ibu hamil di Piyungan.

 

A.     Latar Belakang

Tanda bahaya kehamilan harus dikenali dan terdeteksi sejak dini sehingga dapat  ditangani   dengan   benar  karena   setiap  tanda  bahaya  kehamilan  bisa mengakibatkan komplikasi  kehamilan.

Berdasarkan penilitian, telah diakui saat ini bahwa setiap kehamilan dapat memiliki potensi dan membawa risiko bagi ibu. WHO memperkirakan sekitar 15% dari seluruh wanita hamil akan berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan dengan kehamilannya dan dapat mengancam jiwanya. Bidan sebagai pemberi pelayanan kebidanan akan menemukan wanita hamil dengan komplikasi-komplikasi yang mungkin dapat mengancam jiwa.

 

 

 

B.      Tujuan Umum

Setelah mengikuti penyuluhan selama 15 menit diharapkan ibu hamil mengetahui apasaja tanda bahaya kehamilan.

 

C.     Tujuan Khusus

Setelah diadakan penyuluhan selama 15 menit, ibu hamil dapat mengetahui :

1.      Mengetahui pengertian tanda bahaya kehamilan

2.      Mengetahui macam-macam tanda bahaya kehamilan

 

D.     Pokok Bahasan Materi

1.      Pengertian tanda bahaya kehamilan

2.      Macam-macam tanda bahaya kehamilan

 

E.      Metode

1.      Ceramah

2.      Tanya Jawab

 

F.      Media

Buku KIA

 

G.     Kegiatan Penyuluhan



H.     Setting Tempat

Beberapa ibu hamil duduk memperhatikan.

 

I.        Pengorganisasian

Pemateri : Nur hidayah



 

J.       Evaluasi

Memberikan Kesimpulan

 

K.     Referensi

Ananta. 2009. Permasalah Pada Kehamilan Muda. Jakarta : Rineka Cipta

Kurniawan. 2008. Bahaya Yang Sering Terjadi Pada Kehamilan Muda. http://www.info-cyber-neth.com.id diakses tanggal 13 November 2018

 

 


MATERI PENYULUHAN

Tanda Bahaya Kehamilan

 

1.      Pengertian Tanda Bahaya Kehamilan

Tanda bahaya kehamilan adalah suatu kehamilan yang memiliki suatu tanda bahaya atau risiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akan terjadinya penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan (Tiran, 2007).

Tanda-tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda-tanda yang terjadi pada seorang Ibu hamil yang merupakan suatu pertanda telah terjadinya suatu masalah yang serius pada Ibu atau janin yang dikandungnya.Tanda-tanda bahaya ini dapat terjadi pada awal kehamilan Sedangkan menurut uswhaya 2009, Tanda-tanda bahaya  kehamilan adalah gejala yang menunjukkan bahwa ibu dan bayi dalam keadaan bahaya.

2.      Macam-macam tanda bahaya kehamilan :

a.       Perdarahan

Perdarahan  vagina dalam kehamilan adalah jarang yang normal. Pada masa awal sekali kehamilan, ibu mungkin akan mengalami perdarahan yang sedikit atau spotting disekitar waktu pertama haidnya. Perdarahan  ini adalah pendarahan implantasi, dan ininormal terjadi. Pada waktu  yang  lain dalam kehamilan, perdarahan ringan mungkin pertanda dari servik yang rapuh atau erosi. Perdarahan semacam ini  mungkin normal atau mungkin suatu tanda adanya infeksi.Pada awal kehamilan, perdarahan yang tidak normal adalah yang merah, perdarahan yang  banyak, atau  perdarahan dengan nyeri. Perdarahan ini dapat berarti abortus, kehamilan  mola atau kehamilan ektopik. Pada kehamilan lanjut, perdarahan yang tidak normal adalah merah, banyak, dan kadang-kadang, tetapi tidak selalu, disertai dengan rasa nyeri. Perdarahan semacam ini bias berarti plasenta previa atau abrupsio plasenta(Pusdiknakes, 2003)

b.      Nyeri abdomen yang hebat

Nyeri  abdomen   yang  tidak  berhubungan   dengan  persalinan  normal  adalah  tidak normal. Nyeri abdomen  yang mungkin  menunjukkan  masalah  yang   mengancam  keselamatan  jiwa  adalah  yang   hebat,  menetap,  dan  tidak  hilang  setelah  istirahat. Hal  ini  bisa  berarti  appendiksitis,  kehamilan  ektopik,   aborsi,  penyakit  radang  pelviks,  persalinan  preterm,  gastritis,  penyakit  kantong  empedu, iritasi uterus, abrupsi placenta, infeksi  saluran  kemih  atau infeksi  lainnya .

c.       Muntah berlebihan

Mual  dan  muntah  adalah gejala yang sering  ditemukan pada   kehamilan  trimester I.  Mual   biasa  terjadi  pada  pagi  hari, gejala ini  biasa terjadi 6 minggu setelah  HPHT  dan  berlangsung selama 10 minggu. Perasaan  mual ini karena  meningkatnya kadar hormoneestrogen  dan HCG  dalam serum.  Mual  dan  muntah  yang sampai  mengganggu  aktifitas  sehari-hari  dan  keadaan  umum  menjadi lebih  buruk,  dinamakan  Hiperemesis Gravidarum.

d.      Sakit kepala

Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkinmenemukan bahwa penglihatannya men jadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yang hebatdalam kehamilan adalah gejala dari pre-eklampsia.

e.       Oedema kaki,tangan dan wajah

Yang merupakan tanda bahaya adalah bengkak yang muncul pada muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat dan disertai dengan keluhan fisik yang lain. Kemungkinan bahwa bengkak tersebut adalah tanda bahaya dari anemia, gagal jantung, dan preeklamsia.

f.        Demam tinggi

Ibu  menderita  demam  dengan  suhu tubuh >38ÂșC  dalam kehamilan merupakan  suatu  masalah.  Demam  tinggi  dapat  merupakan  gejala  adanya  infeksi  dalam kehamilan. Apabila ibu mengalami demam tinggi, menggigil, berkeringat lebih dari dua hari harus diwaspadai terutama jika ibu tinggal didaerah endemis malaria, waspadai gejala penyakit malaria.

g.      Batuk lama

Batuk lama yang harus di waspadai jika batuk lama lebih 2 minggu, waspadai ibu hamil dengan adanya TB paru.

h.      Jantung berdebar-debar atau nyeri dada

Apabila ibu sering mengalami jantung berdebar-debar atau mendadak mengalami nyeri dada,waspadai ibu hamil dengan penyakit jantung. Penyebab jantung berdebar juga yang sering ditemukan adalah adanya penyakit jantung yang dialami oleh Ibu hamil. Kadang juga beberapa Ibu dengan riwayat penyakit jantung yang baru dialami, atau riwayat penyakit jantung bawaan sejak kecil akan merasa jantungnya lebih berdetak cepat saat hamil. Hal ini bisa disebabkan karena saat hamil peredaran darah ke janin juga sangat perlu dijaga, sementara jantung juga tidak dalam keadaan sehat atau kuat. Sehingga biasaanya jantung akan berusaha memompa kuat. Sehingga bisa saja Ibu hamil dapat merasakan jantungnya berdebar-debar, sesak bahkan nyeri dada sebagaimana gejala penderita penyakit jantung.

i.        Cepat Lelah

Jika ibu mengeluh cepat lelah tetapi membaik dengan istirahat merupakan kondisi yang normal. Waspadai ibu jika merasa cepat Lelah disertai pusing, mengantuk berlebihan kemungkinan ibu mengalami anemia.

j.        Pengeluaran pervaginam

Keputihan yang berbau Jika ibu-ibu mendapati keputihan yang dialami memiliki lendir berwarna hijau, berbau tidak sedap, dapat menimbulkan nyeri atau terlihat tidak seperti keputihan pada hari-hari biasa dapat dicurigai bahwa itu adalah tanda adanya infeksi atau mungkin ada masalah lainnya.

Ketuban Yang dinamakan ketuban pecah dini adalah  apabila  terjadi sebelum persalinan  berlangsung  yang  disebabkan  karena berkurangnya  kekuatan   membran  atau   meningkatnya   tekanan   intrauteri  atau  oleh  kedua  faktor  tersebut,  juga  karena  adanya  infeksi  yang  dapat  berasal  dari  vagina  dan  servik  dan   penilaiannya  ditentukan  dengan adanya cairan  ketuban  di vagina. Penentuan cairan  ketuban  dapat dilakukan dengan tes lakmus (nitrazintest) merah menjadi biru (Saifuddin, 2002).

k.      Gerakan janin yang kurang atau tidak dirasa

Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau ke-6. Beberapa  ibu dapat  merasakan  gerakan   bayinya  lebih awal. Jika bayi tidur  gerakannya  akan  melemah. Bayi  harus  bergerak  paling  sedikit 3 kali  dalam 3 jam  jika  ibu  berbaring   atau  beristirahat  dan jika ibu makan  dan  minum  dengan baik. Apabila gerakan janin tidak terasa merupakan tanda bahaya adanya gangguan janin dalam rahim.

l.        Perubahan perilaku pada ibu hamil

Perubahan perilaku dikarenakan adanya perubahan hormonal. Waspadai jika ibu merasa cemas berlebihan, gelisah, sulit tidur, atau menarik diri.


Bukti Kegiatan Dokumentasi

(Foto Kegiatan dan daftar hadir)

 



 

 

 

 

 

 

Pembimbing Institusi                   Pembimbing Lahan                             Praktikan

 

 

(                                               )      (                                        )               (                               )

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kesehatan

Gangguan Psikologi Pada Masa Nifas

  BAB I PENDAHULUAN A.     LATAR BELAKANG Patologi kebidanan adalah salah satu masalah dalam pelayanan kesehatan dan harus dikenali ...